Sang Pemimpi

2 11 2008

Sang Pemimpi merupakan novel kedua dari tetralogi Laskar Pelangi. Sepengetahuan saya buku ini sudah sampai cetakan ketujuhbelas. Cetakan pertama Juni 2006 dan terakhir Maret 2008. Wow.
Novel ini bercerita tentang perjalanan takdir 2 anak melayu yang tidak takut bermimpi, berkat guru sastra sekaligus kepala sekolah SMAnya yang mengobarkan semangat untuk terus menuntut ilmu sampai ke seluruh negeri.
Salah satu nasihatnya:
“what we do in life…,echoes in eternity..! setiap peristiwa di jagad raya ini adalah potongan-potongan mozaik. Terserak di sana sini, tersebar dalam rentang waktu dan ruang-ruang. Namun, perlahan-lahan ia akan bersatu membentuk siapa dirimu nanti. Lalu apapun yang kau kerjakan dalam hidup ini, akan bergema dalam keabadian. Maka berjalanlah kamu di muka bumi ini untuk menemukan mozaikmu. Jelajahi kemegahan eropa sampai ke afrika yang eksotis. Temukan berliannya budaya sampai ke Prancis”
Dimulai dari pertemuan antara arai dan ikal. Arai yang menjadi yatim piatu sejak kelas 3 SD tinggal bersama saudaranya, ikal. Di sinilah mimpi mereka berdua dimulai. Mau tahu kelanjutannya, baca sendiri novelnya hehe. Yang jelas Sang Pemimpi jauh lebih kocak dan lebih simpel dibanding Laskar Pelangi. So, dijamin ga bakal ngebosenin.
“para penggawa masjid sangat disegani. Mereka seperti trias politika. Mereka keras seperti tembaga. Setelah pulang sekolah jangan harap kami bisa berkeliaran. Mengaji dan mengaji Al-Qur’an sampai khatam berkali-kali. Dan jika sampai SD belum hafal Juz Amma, siap-siap saja dimasukkan ke dalam beduk dan beduknya dipukul keras-keras sehingga setelah keluar berjalan zig-zag seperti ayam keracunan kepiting batu.”
Pada akhirnya saya saranin untuk beli novelnya coz membaca buku ini bagai menyusun potongan mozaik, begitu tampak terpencar-pencar namun pada akhirnya semua itu berkumpul menjadi satu. Unik kan.
“…Hari ini seluruh ilmu umat manusia menjadi setitik air di atas samudera pengetahuan Allah. Hari ini Nabi Musa membelah laut Merah dengan tongkatnya, dan miliaran bintang-gemintang yang berputar dengan eksentrik yang bersilangan membentuk lingkaran episiklus yang mengelilingi miliaran siklus yang lebih besar, berlapis lapis tak terhingga di luar jangkauan akal manusia. Semuanya tertata rapi dalam protokol jagat raya yang diatur Allah. Sedikit saja satu dari miliaran episiklus itu keluar dari orbitnya, maka dalam hitungan detik semesta alam akan meledak menjadi remah-remah. Hanya itu kalimat yang dapat menggambarkan bagaimana sempurnanya tuhan telah mengatur potongan mozaik hidupku dan arai…..”

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: