angin puting beliung di ugm vs kos A7

8 11 2008

Siang itu, Jumat, 7 November 2008 cap pos. pukul 14.40 angin bertiup kencang tak seperti biasa. Awan mendung juga lebih gelap dari biasanya. Gerimis perlahan berjatuhan.eh ni kok formal n puitis banget yah, kubikin sante ja.
Aku lagi nonton ala chef, tapi sebenernya ga murni nonton siy, karena aku juga lagi online friendster via hp. Tiba-tiba mati lampu. Aku lanjutin online friendster. Trus Yasin(nama orang) teriak,”woiii, jemuran jemuraan. Hujan hujaaan.” Mukhlis(nama orang) seperti biasa berkomentar,”iya tuh punya siapa.”perlu beberapa detik kemudian untuk dia sadar,”heh itu kan jemuranku.” Mukhlis lalu naik ke lantai dua tempat anak-anak kos A7 biasa menjemur pakaian.
Sesampainya di atas Mukhlis teriak,”weeeei anginnya ngga kaya biasa! Ke atas ke atas!”dan kejadian utama baru dimulai.
Aku tinggalkan fs ku, aku lari sekencang-kencangnya ke lantai dua. Beberapa personil A7 juga sudah siaga di sana. Dari atas aku bisa melihat atap gedung Sardjito, SD Percobaan, Balai desa Sendowo dan rumah lain yang tersebar merata di sekeliling kos kami. Dan !!! ngga ada apa-apa tuh. Cuman ada angin kenceng yang bertiup ga tentu arah sama gerimis. Emang sih anginnya ngga sekencang biasanya. “Oi, liat apa sih!”aku protes ke anak-anak. Ngga perlu dijawab karena dari arah utara sekumpulan sampah bersaudara menari indah di atas rumah-rumah warga. Namun Cuma sesaat karena sampah-sampah itu langsung jatuh lagi. Semua anak-anak langsung turun waspada kecuali satu anak yang kurang kerjaan menikmati angin kencang yang tidak biasa itu. Ya siapa lagi selain penulis kita tercinta. Wuehehehe
Angin
Aku terus berdiri sendirian di atas. Wussss. Angin mencoba kembali menerbangkan sampah. Kali ini arah timur laut yang jadi korban. Dan letaknya lebih dekat ke arah kosku dibanding yang tadi. Inilah saatnya teori tentang amobilitas benda mati dipatahkan. Hehe. Apa yang aku lakukan. Tepat, aku diam saja sambil tersenyum dan berkata ”kuerreeeeen.” Nah, kurang ajar kan.
Sampah berjatuhan lagi. Tidak perlu menunggu lama untuk kejutan selanjutnya karena dari arah barat laut kos kami terlihat genteng bagian depan gedung Rumah Sakit Sarjito terbang secara berurutan, ya secara berurutan. Ternyata efek domino juga berlaku di dunia peranginan. Tampaknya satu barisan genteng terdepannya sudah habis. Dan apa yang aku lakukan. Tepat, aku diam saja sambil ternganga dan berkata ”kuerreeeeen buuuanget.” Nah, lebih kurang ajar kan.
Kurasakan gerombolan angin kencang semakin mendekat. Tapi aneh, mereka datang dari arah selatanku, bukan dari arah barat laut tempat pertunjukan genteng terbang tadi. Brakkk, sebuah asbes yang bernama “kurang ajar” yang biasa menutupi tempayan air A7 berhasil mendarat di bagian belakang kepalaku. Langsung patah kayaknya. Bukan, bukan kepalaku yang patah tapi asbesnya. Bergeletakan tak bernyawa di depanku. Dan apa yang aku lakukan. Tepat, aku lari ke bawah sambil teriak,”waaa kepalaku kena asbes. Waaa genteng sardjito pada terbang. Waaaa.” Nah, itu baru tindakan benar.
Panik
Sardjito gentengnya terbang. Statement itu berhasil membuat warga A7 hingar bingar. Mereka emang udah berkumpul di pintu keluar A7. Tumben semuanya berkumpul. Padahal biasanya susah banget buat kumpul secara lengkap. Yah, kecuali bang sutrisno yang emang lagi pergi jauh.
Aku berlari ke kamar lalu mengunci kamarku dan bergabung di kerumunan itu. Ada yang udah siap siaga bawa dompet + hape. Ada yang sibuk maen game. Ya, maen game. Luar biasa, tadi dya Cuma keluar trus tanya ada apa. Oh angin ya. Abis itu masuk lagi nglanjutin gamenya.
Tepat di luar pintu kos, ada bengkel yang tampaknya sama sekali tak terganggu dengan fenomena alam ini. Bapak Pemilik Bengkel yang Bersahaja, sebut saja BPBYB masih setia dengan pekerjaannya mengutak atik sepeda motor. Posisinya jongkok, tampaknya BPBYB sedang membongkar mesin motor itu. Luar biasa.
Aku lalu berpikir keras, hal apa yang mesti aku lakuin. Ambil dompetkah? Aku ngga punya dompet. Ambil uangkah? percuma uangku lagi nginep di atm. Ambil kartu atmkah? Aku ga punya kartu atm. Uangku kan nginep di atm temen aku. Ambil uangku di atm temen aku kah? Ambil aja sendiri, emang atm mandiri bejejeran di samping kos. Ahaaaa, ada satu yang mesti kuselamatkan. Itu hal yang penting banget yang menunjang hidupku untuk hari-hari ke depan bila terjadi bencana. Ya, aku selamatkan HANDUK yang tadi kujemur. Kalo basah kan sayang. Untung njemurnya di bawah ngga di lantai atas.
“Hoi lihat hoi,burungnya kebawa angin.“ Aku lalu menghadap langit mengikuti saran temanku tadi. Sepasukan burung berukuran sedang terbang lalu menghilang dibalik atap. “ah ngga keliatan, boong ah,”sanggahku. Temanku tidak perlu repot-repot mencari argumen untuk mematahkan sanggahanku, karena aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, seekor cangak yang berukuran jauh lebih besar tersedot ke arah angin. Bahkan dia terbang tanpa mengepakkan sayapnya sama sekali dan bergerak ke arah samping. Seperti sedang berselancar dia.
BPBYB masih setia dengan posisi jongkok dan pekerjaannya.
Tiba tiba dari arah timur, sekumpulan sampah + asbes terbang berputar-putar menuju ke arah kami. Tinggi dan banyak sekali. Sekarang mereka berada tepat di atas kos A7. angin kencang bertiup tak beraturan membuat kami merapatkan barisan. Suara seng, asbes, genting dan benda lain yang mencoba bertahan di tempatnya terdengar riuh. Untung atap kos kami yang tersusun dari asbes baru saja direnovasi beberapa minggu yang lalu, jadi kami optimis bisa bertahan dari angin ribut yang berputar-putar ini.
BPBYB masih setia dengan posisi jongkok dan pekerjaannya.
Kembali ke A7, angin makin kencang saja, semua anak berpegangan pada benda terdekat. Aku dekat dengan helm, maka kupegang benda itu. “Mmm, tapi kayaknya lebih cocok buat dipakai deh.”lalu aku pakai helm itu dan berpegangan pada jendela. Wussss. Lalu Yasin teriak,”pintunya buka pintunya buka, biar bisa cepat-cepat lari kalo ada apa-apa!” Terhitung beberapa kali warga A7(kecuali yang maen game), berebutan menuju pintu keluar lalu berebutan lagi kembali ke posisi semula. Wah tambah serem aja nih keadaannya.
BPBYB masih setia dengan posisi jongkok dan pekerjaannya.
After incident
Alhamdulillah angin ribut itu berhenti. Beberapa warga A7 yang berkepentingan untuk ujian mid semester segera menuju ke kampus. Dan ternyata yang tadi maen game termasuk golongan orang yang mau ujian. Luar biasa. Beberapa mengambil air wudhu untuk shalat ashar berjamaah di kos, karena masih belum berani ke masjid. Beberapa pergi ke kamarnya masing-masing buat beres–beres. Beres-beres apa? Jawabannya beres beres karena air hujan + daun + kotoran menghambur dalam kamar.
Ketika hujan mereda, kami naik ke lantai 2. kami terpana karena disambut pemandangan yang tak biasa. Beberapa rumah kehilangan genteng dan seng, gelanggang ugm habis gentengnya, RS Sardjito masih sama kondisinya, hanya barisan depan gentengnya yang hilang. Tapi alhamdullilah genteng kos kami tak rusak satupun.
Sehabis terpana dengan pemandangan diatas, kami menghambur ke luar kos. Coba tebak apa yang kami lihat pertama kali saat baru keluar kos. Tepat, BPBYB masih setia dengan posisi jongkok dan pekerjaannya.
Rumah di barat laut A7 berhamburan potnya. Tapi yang lebih naas lagi, mangga yang sudah setemgah matang berhamburan di bawah pohonnya. Penjarah memanfaatkan momen tersebut untuk mengambil mangganya. Penjarah itu adalah kami. Huahahaha.
Kami berkeliling UGM. Pohon tumbang dimana mana. Ada yang mengakibatkan kabel listrik putus, seperti di dekat warpin. Ada yang mengakibatkan jalan terhalang. Ada yang menimpa rumah warga seperti di dekat KFC. Ada yang mengakibatkan internet tidak bisa dipakai, seperti pohon tinggi besar, tua, di hutan biologi yang menimpa antena wifi. Dan yang paling berharga, ada yang mengakibatkan buahnya jatuh seperti di pohon nangka kampusku. Tapi yang paling fenomenal emang yang mengakibatkan beringin kecabut sampai akar-akarnya seperti di depan GSP.
Atap rumah penduduk rusak dimana mana. Yang terbuat dari plastik, penyok seperti di perumahan dosen. Yang terbuat dari seng, terbang seperti kos cewe di sebelah kami. Ini nih yang ngeri, kalo seng nimpa orang apa ngga serem tuh. Yang terbuat bari kaca, meluncur jatuh dan pecah berserakan seperti di GSP. Papan penunjuk juga hampir semuanya roboh.
Ada juga sih yang unik, kayak atap depan lantai 1 “calon” gama plasa yang patah dan jatuh. Trus hampir semua kacanya pecah semua. Ada juga rejeki durian runtuh BNI yang terbang sampai ke depan gama plasa. Ada juga gelas KFC yang hilang dan berhasil diidentifikasi di dekat clarisa. Ada juga Kopma+pameran buku di depannya yang kayaknya rusak berat. Tapi yang paling kasihan gelanggang UGM sih. Ah pokoknya kacau deh.
Sesampainya di kos, apa yang kami lihat? Luar biasa BPBYB sudah selesai menunaikan pekerjaannya. Lalu kami menikmati mangga hasil jarahan kami.
Pada akhirnya kita hanya bisa mengambil hikmah:
1.jangan berdiri di lantai 2 yang ngga ada atapnya waktu angin ribut kalo ngga mau kena asbes terbang
2.kalau melihat burung terbang ke samping, maka waspadalah
3.jangan berdiri di dekat pohon beringin saat angin puting beliung dengan alasan apapun, seperti sedang bertapa, pipis sembarangan atau bercocok tanam
4.jangan berdiri di depan SIC saat angin puting beliung dengan alasan apapun, seperti mencuri mobil, bersih-bersih, atau dihukum dosen
5.jangan berdiri di depan gama plasa saat angin puting beliung dengan alasan apapun seperti foto-foto, jaga parkir, atau latihan upacara
6.selamatkan handuk yang dijemur secepat mungkin saat hujan lebat
7.tetap tenang dan jangan panik saat bencana seperti BPBYB
8.jangan lupa berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar dihindarkan dari bencana alam lainnya. Amin

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: