kambing jantan the movie review

14 03 2009

Review
Kambing jantan merupakan blog berisi peristiwa sehari hari dari tokoh utamanya, radith, yang dibukukan kemudian diangkat ke layar lebar. Film yang digarap selama 2,5 tahun ini adalah film pertama di indonesia yang menceritakan diary dari tokoh utama sekaligus diperankan oleh tokoh utamanya sendiri.
Berbeda dengan novelnya yang tiap tiap bagian kisahnya berdiri sendiri, film kambing jantan lebih mengutamakan eksisnya alur utama sehingga beberapa kisah yang menjadi bagian dari kambing jantan harus dikorbankan. Mungkin itu memang konsekuensi dari diary blog yang dibukukan jika difilmkan.
Secara umum, Kambing Jantan menceritakan 3 hal yang dipadukan menjadi satu dalam satu narasi yang saling terkait, meliputi kisah radith saat menuntut ilmu di adelaide university, kisah tentang blog radith hingga dibukukan dan yang paling dominan, kisah percintaan radith sang kambing jantan dengan kebo (julukan pacarnya),.
Kambing Jantan lebih berasa drama komedi daripada murni film komedi yang sejak awal dibayangkan oleh banyak pembaca novel maupun blog kambing jantan. Porsi yang diberikan pada kisah percintaannya jauh lebih banyak sehingga kambing jantan berasa bukan film tentang catatan harian pelajar bodoh, tetapi film tentang catatan harian percintaan pelajar bodoh.
Saya sebagai pecinta kambing jantan the blog dan kambing jantan the novel kurang puas akan hasil akhir dari kambing jantan the movie. Rudi Sujarwo sebagai sutradara kurang bisa mewujudkan sense humor dari radith yang meluap luap dan bebas seperti di novelnya. Mungkin karena yang saya sebutkan tadi, yaitu filmnya lebih mengarah ke drama sehingga Rudi lebih fokus ke sana, imbasnya joke dari radith sendiri yang diharapkan mampu membuat penonton tertawa lepas jadi berasa tanggung (kurang maksimal). Hanya edrik yang berakting lepas, tidak seperti radith yang terlihat based on scenario.
Memang mewujudkan suatu novel menjadi film bukanlah hal yang mudah, apalagi jika novelnya berupa kumpulan postingan blog yang saling lepas. Pilihan sang sutradara sudah benar yaitu menetapkan kisah cinta radith sebagai alur utama untuk menyatukan kepingan kepingan kisah tersebut. Namun saya sebagai kambing jantan lovers lebih tertarik untuk menyaksikan kisah studinya radith di adelaide daripada kisah cintanya. Diharapkan untuk ke depannya Radith bisa berakting lebih lepas lagi, tanpa terpaku pada skenario dan Rudi juga harus lebih hati hati dalam menggubah suatu novel menjadi film.

Iklan

Aksi

Information

2 responses

14 03 2009
sitra

Q agak kecewa ma alurnya yang isinya drama
Q kan senengnya komedinya
tapi buat para pemainnya gokil edan euy

20 03 2009
adhiarsa rakhman

yup, apalagi edrik. orang gila dia haha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: