tentang kodok yang pantang menyerah

11 10 2010

Suatu hari sekelompok kodok jalan-jalan di kebun, dua di antaranya jatuh ke dalam sebuah lubang yang dalam. Para kodok berkeliling di sekitar lobang. Tapi begitu melihat betapa dalamnya lobang itu, mereka berpikir pastilah kedua teman mereka yang malang tidak akan mampu meloncat naik.

Dua ekor kodok dalam lobang sekuat tenaga berusaha melompat naik. Tapi berkali-kali usaha mereka gagal, hingga mereka kelelahan. Teman-teman mereka antara putus asa dan kasihan lalu berteriak menyuruh mereka untuk berhenti meloncat, menyerah saja. Dua ekor kodok itu tak menghiraukan saran teman mereka dan terus mencoba naik. Lagi-lagi teman mereka menyuruh berhenti, karena sia-sia mengerahkan tenaga, toh akhirnya akan mati juga, hanya menambah derita. Mereka terus meloncat. Namun yang satu akhirnya mengiyakan kata-kata temannya. Menyerah, jatuh, dan mati.

Yang satu terus meloncat sekuat tenaga. Para kodok lalu berteriak teriak semakin riuh untuk menghentikannya dan menerima takdir. Kodok dalam lubang semakin meloncat keras, akhirnya ia sekali waktu bisa melompat naik. Sesampai di atas, kodok-kodok bertanya kepadanya, “Kenapa kamu terus naik, padahal kami suruh berhenti?”

Kodok itu kemudian menjelaskan bahwa ia agak tuli, ketika tadi teman- temannya berteriak-teriak, dikiranya mereka tengah menyemangatinya…

source: kaskus.us

pelajaran yang bisa kita ambil, kita jangan mudah menyerah. saat kita berusaha pasti ada yang menyemangati kita dan ada yang mencemooh kita. jangan dengarkan yang mencemooh, tapi dengarkanlah teman teman yang menyemangati kita dan terus berusaha. soal hasil, Allah yang menentukan kok :)

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: